The Characteristic Of True Love

Everybody may ever do to fall in love. And no rare to do sacrifice for love. Is that right?

Here is a few characteristic of true love.

1). True Love is do sacrifice

Ask yourself, are you willing to sacrifice for your partner? and whether your partner is also willing to sacrifice for you? Try to remember again the problems that make your relationship emotionally disturbed. What happens when the mutual understanding or perhaps sacrifice for the sake of maintaining your relationship?
Are you both put others in dealing with problems in a relationship. If the sacrifice of himself and you just a little bit, maybe it is not true love. What you have is a relationship that could quickly become codependent.

2).True Love intertwined Communications
Communication is very important in a relationship. If you feel it difficult to find a topic of conversation with him, or the important things in life, this is a big problem.

Healthy relationships should be characterized by mild discussions about anything, not just daily life. For example, chat about the past, the future, life goals, beliefs, hobbies, work, or the personality of each other. If you feel able to share their stories without fear of criticism, could be he is your true love.

3).True love is mutual accept changes
True love includes a willingness to change for the benefit couples. Is changing future plans, interior decorating preferences, or others. It also includes the ability to receive and secure feeling to be accepted.

True love means that you can see your partner’s fault, but you accept them as a part of your life. You don’t have to feel that you have to act, talk, dress, think or feel a certain way to be accepted into the person he loves.

4).True love is Respect
Mutual respect by no means always agree with each other, but it doesn’t mean that at a basic level you expand polite and tolerant of each other even in the midst of strife. You must respect the rights of each are different.

And, you have to find a way to compromise and tolerance of each other at times, even though when you don’t feel like giving way. In fact, the characteristics of true love is that you still choose to treat others with respect and gentle, even when you feel otherwise.

5).True Love was full of Love
Affection is important in a relationship. Not only in physical form, but also other romantic touches.
When your girlfriend is able to do a special effort to spend more time with you and want to know you closer to doing something you love, it certainly signs of true love!

6).True Love is need trust
True love will not be born without trust. High honesty can strengthen the relationship, but you can’t build on a foundation that contains no trust from the beginning.

7).True love was mutual understanding
Are you able to understand on your partner? own or your partner are able to understand you.
if any of you there is no mutual understanding and always misunderstood without wanting to resolve the misunderstandings that maybe it would be a big problem.
True love requires a sense of understanding. not mutually selfish and try not to be overly sensitive to every word that came out. sometimes we do not realize that the smallest thing can be a reason for a quarrel.
And when it is necessary to have mutual understanding to discuss the problem and try to understand what really happened. Mutual understanding for what we like and do not like, as well as to what your partner likes and dislikes.

Maybe this is only a few thing about characteristhic of True Love that I can share. May your partner is your true love.

Advertisements

KISAH SEDIH DAN BAHAGIAKU

381120_409332529126949_1043324428_nJika ingat masa itu,begitu perih rasa hatiku. Namun aku bersyukur Allah masih memberi kekuatan untukku dapat bertahan hingga saat ini. Terkadang aku mengeluh akan keadaanku,tapi aku kembali berfikir lagi bahwa aku tidak perlu mengeluh dan harus bersyukur bahwa Allah masih memberikanku kebahagiaan saat ini. Kebahagiaan itu adalah KELUARGA. Ayah,ibu dan adik-adikku yang selalu ada dan mendukungku.

Perih yang kurasakan saat dulu aku tidak mempunyai apa-apa.  Orang-orang memandangku dan keluargaku begitu rendah. Bahkan ketika adikku sakit,tidak ada yang peduli. Hanya karena saat itu ayahku tidak bekerja, dimana perusahaan tempat ayahku bekerja mengalami kebangkrutan dan terpaksa harus memberhentikan para pekerja. Mungkin saat itu tidak ada yang dapat dibanggakan oleh kami, sehingga orang-orang tidak peduli. Tapi aku tetap bangga pada ayahku,walau bagaimanapun aku sayang dia.

Aku melihat orang-orang tertawa,bersenda gurau. Sedangkan aku,ibu,dan adik-adikku hanya  duduk melihat mereka yang sedang bersenang –senang.  Kucoba menghibur diri,dan tidak merasa iri terhadap mereka. Ini sebuah bahasa hati,aku bahkan tidak perlu untuk mengatakan. Tapi hati ini mendorongku untuk mengungkapkan ke dalam sebuah tulisan.

Kepedihan itu kembali terjadi di saat aku beranjak remaja,masa depanku hancur karena kecelakaan yang terjadi padaku saat itu. Itu awal kisah pedih yang membuat ibuku merasa harus pergi jauh bekerja meninggalkan kami. Saat itu,26 oktober 2006,aku mengalami kecelakaan motor bersama teman dan adik sepupuku.  Kami hendak pergi mengunjungi kakek buyut kami di cianjur selatan sehari setelah hari raya idul fitri. Di perjalanan,seorang pengendara menabrak kaki kananku,sehingga temanku yang sedang mengendarai tidak dapat mengontrol laju motor. Lalu kembali bertabrakan dengan pengendara motor lain.

Orang-orang yang melihat kejadian itu membawa kami ke rumah sakit. Dokter mengatakan saat itu aku harus menjalani operasi untuk wajahku dan amputasi pada kaki ku karena saat itu keadaan tulang kakiku hancur, Oh tidaaaaakkkkk…….Aku tidak dapat membayangkan bagaimana jika dokter melakukan hal itu. Aku dan keluargaku tidak setuju,bagaimana aku akan kehilangan kakiku jika benar-benar harus melakukannya. Dan dari mana kami memiliki biaya yang sangat besar untuk membayar dokter dan rumah sakit. Akhirnya kami pulang ke rumah dan memanggil seorang tradisional dokter untuk mengobati kakiku. Kecelakaan itu membuatku harus terbaring begitu lama dan tidak dapat melakukan apa-apa. Aku merasa benar-benar hancur saat itu dan tidak dapat berfikir tentang masa depan.

Setelah keadaanku mulai membaik, ibu terpaksa pergi meninggalkan kami karena terlilit hutang yang lumayan besar bekas biaya pengobatanku. Akhirnya ibu pergi  jauh untuk bekerja. Hari demi hari aku lewati dengan deraian airmata. Tapi aku bersyukur bahwa keluarga selalu memberikan support agar aku tidak berkecil hati dan terus bersemangat untuk dapat sembuh dan kembali membangun masa depan yang cemerlang. Setelah berbagai hal aku lewati, dan aku selalu berdoa untuk kesembuhanku.

Alhamdulillah Allah telah membukakan pintu kebahagiaan dan rezeki kepadaku. Hingga sampai saat ini aku dapat bekerja dan mencoba membuat keluargaku merasa bahagia. Aku bertanya agar ibuku hanya tinggal dirumah. Dan aku yang akan bekerja. Kerja keras yang dilakukan dengan ikhlas,semangat dan diiringi dengan do’a,aku yakin akan menuai baik hasilnya. Terima kasih Ya Allah,karena telah memberikan kebahagiaan padaku hingga saat ini. Dan aku dapat kembali sehat dan melakukan aktifitas dengan normal,juga tak lupa untuk selalu mengucap syukur dan berdo’a pada Allah,Tuhanku. Bagiku,kesehatan adalah hal yang begitu mahal bahwa kita harus mencoba untuk selalu menjaga kondisi kesehatan kita. Bagiku,keluarga adalah anugerah terpenting yang harus kita jaga dan sayangi.

Hri berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, hingga aku akan berada pada awal tahun 2015. Hari ini adalah kunci untuk hari esok. Jika kita melakukan sesuatu yang baik pada hari ini, aku yakin esok kita akan mendapatkan hari yang terbaik. Aku berharap Allah selalu memberikan hari terindah untuk hidupku,keluargaku, dan para sahabat semua. Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk kita semua. Allah ada di hati kita, Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Terima kasih dan syukur aku ucapkan.